Beranda > arunajati > UJE WAFAT: FOTO KECELAKAAN UJE, ANALISA DAN KRONOLOGIS VERSI POLISI

UJE WAFAT: FOTO KECELAKAAN UJE, ANALISA DAN KRONOLOGIS VERSI POLISI

27 April 2013

Jakarta (ANTARA News) – Petugas Polda Metro Jaya menduga Ustadz Jeffry Al Buchory mengantuk saat mengendarai sepeda motor sehingga terjadi kecelakaan di Jalan Alteri Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat sekitar pukul 01.00 WIB.

Kepala Subdirektorat Penegakkan Hukum pada Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Sudarmanto di Jakarta, Jumat, mengatakan ustadz yang akrab dipanggil Uje itu hendak pulang ke rumahnya di daerah Rempoa, Ciputat, Tangerang Selatan, usai dari minum kopi di Kemang.

Saat melewati Bundaran Pondok Indah, tepatnya di depan rumah Nomor 17-PB/38, Ustadz Jeffry yang mengendarai motor “gede” (moge) merk Kawasaki jenis ER 650 CC dengan Nomor Polisi B-3590-SGQ menabrak pohon palem.

Sudarmanto memperkirakan korban mengendarai motor dengan kecepatan tinggi, kemudian kehilangan kendali hingga menabrak trotoar sebelah kiri dan pohon palm.

Korban terpental ke depan kurang lebih 3-4 meter dengan posisi terlungkup,” ujar Sudarmanto.

Helm yang digunakan Uje terlepas dari kepalanya sehingga korban mengalami luka serius pada bagian wajah, serta mengeluarkan darah dari telinga, mulut, dan kepala.

Korban sempat dievakuasi pengawalnya, petugas keamanan, dan penjaga warung di sekitar lokasi menuju Rumah Sakit Pondok Indah, namun dokter menyatakan Uje telah meninggal dunia.

Jenasah pun dirujuk ke RS Fatmawati untuk divisum.

Sudarmanto mengungkapkan korban mengendarai motor dengan kecepatan tinggi, karena kondisi kendaraan mengalami rusak parah.

Berdasarkan olah tempat kejadian perkara, penyebab tabrakan karena “human error”, karena saat kejadian kondisi jalan sepi, ruas jalan tidak berlubang dan kering, penerangan jalan terang, dan cuaca pun cerah.

  1. 27 April 2013 pukul 10.49 | #1

    mgkn ini udh takdir nya mau gmn lg.kta ga bsa mlwan takdir dan kekuasaan allah

    • aru
      27 April 2013 pukul 10.54 | #2

      kita doakan saja semoga beliau adem ayem kembali pada Allah.

      • aru
        28 April 2013 pukul 14.29 | #3

        saya yakin Uje sudah mencapai kemurnian ruhani yang cukup adem untuk kembali padaNya

    • aru
      28 April 2013 pukul 14.28 | #4

      takdir adalah misteri tuhan :)

  2. 27 April 2013 pukul 15.21 | #5

    kasian ya ustadz gaul meninggal tiba-tiba.kasian istrinya dirumah menangis terus,kita doakan semoga ustadz jefry masuk surga aminnn

  3. jay
    28 April 2013 pukul 13.47 | #7

    Kejadian ini menjadi pelajaran untuk kita sebagai pengendara motor. Bagaimanapun juga mengendarai motor dengan kondisi badan yang tidak fit, sebaiknya istirahat dulu. Apalagi motor seperti yang dibawa UJE motor kenceng (ga enak kalo jalannya pelan). Berdasarkan olah TKP, polisi sendiri mengungkap murni kelalaian manusia (human error). Menurut data Kepolisian Republik Indonesia, banyaknya kecelakaan yang ada di Indonesia dikarenakan ketidakdisiplinan pengendara dalam mengendarai kendaraan bermotor, selain itu keadaan fisik motor juga kurang diperhatikan seperti kondisi rem, ban dan lain-lain. Perlu kita ketahui, takdir kecelakaan itu bukan skenario Tuhan. Tuhan tidak mengatur kematian seseorang seperti kita menggunakan remote control; kamu matinya seperti ini, kamu matinya seperti itu, dlsb, tidak seperti itu. Tuhan hanya “mengetahui” saja dan bukan “mengatur” kematian seseorang. UJE hanya manusia biasa yang tidak luput dari kelalaian / kesalahan. Kalau nyawa UJE masih terselamatkan, mungkin UJE akan bilang ke semua orang, waspadalah … waspadalah … dalam mengendarai kendaraan bermotor ….! atau Jangan tiru adegan (kecelakaan) ini, hanya dilakukan oleh professional … he … he …

    • aru
      28 April 2013 pukul 14.34 | #8

      “Perlu kita ketahui, takdir kecelakaan itu bukan skenario Tuhan. Tuhan tidak mengatur kematian seseorang seperti kita menggunakan remote control; kamu matinya seperti ini, kamu matinya seperti itu, dlsb, tidak seperti itu.”

      Saya sangat setuju dengan mas Jay :)

  4. ahmad
    29 April 2013 pukul 07.36 | #9

    Wah kalau ngebut hukumnya mati bunuh diri. Alias masuk neraka. Sudah yakin belum tuh polisi ? Sama saja nuduh orang masuk neraka.

    • aru
      29 April 2013 pukul 13.18 | #10

      lebih baik kita memahami sifat tuhan lebih dahulu mas, sebelum mengingat hukum agama^

  5. mimi abdul
    29 April 2013 pukul 19.25 | #11

    Diusia 4 bulan setelah ruh ditiupkan di dalam rahim ibu, Allah telah menulis takdir kematian kita dan itu tidak dapat dirubah, tetapi Allah memberikan kesempatan kita untuk mengubah caranya dalam menjemput kematian yaitu dengan ibadah dan amal kebaikan, agar jasad kita selalu dijaga dengan cara-Nya jadi tidak tragis dan menyedihkan. Jadikan kejadian ustad jefri sebagai pembelajaran dalam menghargai nyawa yang telah Allah berikan, walaupun ini sudah takdirnya. Pasti ada hikmah kenapa Allah mewafatkan beliau dalam usia muda. Semoga Allah mengampuni segala kesalahannya. Aamiin.

Komentar ditutup.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 469 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: